1. Karya berupa cerita pendek (cerpen) sepanjang 7 -10 halaman.
2. Cerpen diketik dengan format spasi ganda (2 spasi), font Time New Roman, dengan ukuran kertas A4, dan margin 4 -3 - 3 - 4 (kiri - bawah - kanan - atas)
3. Tema cerita pendek adalah tentang MANTAN. Boleh kisah nyata sendiri, terinspirasi dari kisah nyata teman, atau murni fiktif (rekaan).
4. Cerpen dikirim via email ke: lombadiva@gmail.com. Judul email atau subject: #kisahSANGMANTAN
5. Cerpen dikirimkan dalam "lampiran" berupa file WORD, jadi bukan di badan email. Biarkan badan email tetap kosong
6. Lampiran WORD diberi judul nama kamu (spasi) judul cerpenmu. misalnya: "Agus Feriyanto(spasi)Biar Mantan Tetap Teman". Jangan lupa tuliskan biodata kamu di bagian bawah cerpen.
7. Peserta wajib LIKE facebook fanpage: Penerbit DIVA Press dan follow twitter @divapress01 (boleh pilih salah satu)
8. Lapor ke Admin DIVA Press dengan menulis status di fanpage dan mention twitter @divapress01 yang isinya kamu sudah ikut mengirimkan cerpen #KisahSANGMANTAN (boleh pilih salah satu)
9. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 5 naskah. Lama penjurian 2 bulan
10. Lomba cerpen #KisahSANGMANTAN berlangsung dari 15 Jan-15 Maret 2013, selambatnya pukul 18.00 WIB. Pengiriman naskah dimulai 15 Januari 2013.
11. Hadiah utama: 3 netbook Asus untuk 3 pemenang unggulan, 30 jaket DIVA, 30 paket buku, 30 sertifikat, dan cerpen kalian kami terbitkan.
Info lebih lengkap akan segera menyusul ==> http://www.facebook.com/penerbitdiva
Menulis adalah jiwa, hati, dan pikiran yang menyatu satu sama lain dan tak pernah terpisahkan. Ketika goresan bergulir di atas kertas putih bersama tinta hati. Selamat Datang dan Selamat Membaca. Semoga bermanfaat. Keep Smile... ^_^
Sabtu, 12 Januari 2013
Sabtu, 22 Desember 2012
Puisi di muat di Batak Pos, Medan 1 Desember 2012
Kerudung Jingga
Semburat senja menyamarkan
Kau berlalu tanpa kata
Hanya sebuah senyum yang
tercurahkan
Hingga kerudung jinggamu terhempas
semilir angin
Dalam keheningan aku menyapamu
Dibalik kerudung jingga
Kau pun tetap tak menjawab
Senyum dan bola matamu yang kau
siratkan
Menyimpan sebuah misteri
Siapakah pemilik kerudung jingga
itu?
Bolehkah aku mengenalnya lebih
dekat
Dan apakah mimpiku akan menjadi
nyata?
Ya Tuhan…
Siapakah nama pemilik kerudung
jingga itu?
Setiap senyum dan tatapan bola
matanya
Sangat meneduhkan jiwa ini
Ya Tuhan…
Ijinkanlah aku bertemunya walau itu
hanya sesaat
Karna jiwa ini mulai meronta
Merindu atas kasih dan cinta-Mu
yang tak mampu meredam
Puisi di muat di Sumatera Ekpress (Expresi) 6 Juli 2012
Keheningan Malam
Palembang, 29 Juni 2012
Ya, Tuhan…
Di malam yang begitu hening
Aku terkukung membisu
Dinding-dinding putih membeku
Ya, Tuhan…
Di manakah aku saat ini?
Jiwaku terombang-ambing
Aku seperti batang tak bercabang
Ya, Tuhan…
Kuatkanlah imanku
Jadikanlah aku manusia sempurna di
matamu
Luluhkan semua dosaku
Ya, Tuhan…
PadaMu, aku bersimpuh
Memohon segala risalah
Di keheningan malam, aku merinduMu
Puisi di muat di Republika Online 19 April 2012
BALADA RONGGENG
Di tengah
keheningan malam. Gendang bertalu-talu. Riuh lampu malam semakin memanas.
Sebuah panggung
tidak besar. Sosok perempuan nan jelita. Dengan pakaian khasnya meliuk-liukkan
tubuhnya.
Tepuk tangan
kembali berpadu. Asap rokok terus mengepul.
Mata nakal
mereka terus menatap keelokan penari.
Gendang terus
bertalu. Menghentak pinggul penari menggoda hasrat untuk mendekap. Saweran
terselip di dada dan gendang ikut bertalu..
Demi sesuap
nasi. Ia lakonu kemunafikan ini. Baginya, malam menjadi siang. Siang menjadi
malam. Begitulah kata orang. Ronggeng.
Biar kata orang
sana-sini. Hatinya bersikeras hanya untuk putrinya semata wayang.
Putri yang
senantiasa memberinya cahaya untuk masa depan.
Malam kembali
menghentak. Pukulan gendang semakin kencang. Liukkan pinggul serentak dengan
kesenyapan malam. Matanya sudah tidak kuat untuk mengikuti hentakan gendang.
Tapi, apa daya
demi putrinya. Ia lakukan apa saja. Halal.
Walau sebagian
orang mengganggapnya hina. Namun, ronggeng adalah pekerjaan mulia.
Menghibur orang
yang tengah jenuh.
Palembang, 2012
PENARI
Malam semakin
larut. Suara gendang mengalahkan derik jangkrik.
Sorot lampu
meremang di tengah keramaian.
Mata nakal
semakin menghasrat.
Air matanya
kembali meretas. Tak sanggup ia menahan. Batinnya tersiksa.
Cemoohan.
Hinaan. Ia terima. Tapi, apa daya…
Dengan menari ia
menghidupi keluarganya.
Palembang, 2012
http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/puisi-sastra/12/04/19/m2pz20-balada-ronggeng-dan-penari
Puisi di muat di Republika Online 21 Maret 2012
Aku Jatuhkan Talak Kepadamu
Tok… Tok… Tok…
Aku jatuhkan talak ketiga kepadamu
Saat ini kau sah
Berada dalam jeruji besi
Di mana semua mata telah menunjukmu…
Kini, canda dan tawamu
Akan menjadi cemooh semua publik
Apakah kau tak lihat saat ini?
Indonesiamu menangis…
Tetapi, di balik itu
Kau permainkan rakyatmu sendiri
Recehan demi recehan
Di kumpulkan untuk hidupnya
Tapi, di balik jasmu yang rapi
Kau buat sebuah pesta kecil
Hingga helak tawamu terdengar
Indonesia yang mendengar
Menjadi malu…
Di manakah rasa hatimu itu?
Kini, wajahmu telah tertunduk…
Perbuatanmu setimpal dengan talak itu
Meja hijau bisu
Telah menjadi saksi perbuatanmu
Selama ini
Hai, jasmu yang rapi…
Renungkanlah perbuatanmu…
Jangan sampai ulahmu terulang kembali…
Palembang, 5 Maret 2011
Tok… Tok… Tok…
Aku jatuhkan talak ketiga kepadamu
Saat ini kau sah
Berada dalam jeruji besi
Di mana semua mata telah menunjukmu…
Kini, canda dan tawamu
Akan menjadi cemooh semua publik
Apakah kau tak lihat saat ini?
Indonesiamu menangis…
Tetapi, di balik itu
Kau permainkan rakyatmu sendiri
Recehan demi recehan
Di kumpulkan untuk hidupnya
Tapi, di balik jasmu yang rapi
Kau buat sebuah pesta kecil
Hingga helak tawamu terdengar
Indonesia yang mendengar
Menjadi malu…
Di manakah rasa hatimu itu?
Kini, wajahmu telah tertunduk…
Perbuatanmu setimpal dengan talak itu
Meja hijau bisu
Telah menjadi saksi perbuatanmu
Selama ini
Hai, jasmu yang rapi…
Renungkanlah perbuatanmu…
Jangan sampai ulahmu terulang kembali…
Palembang, 5 Maret 2011
Dusta Cerita
Pilar-pilar cahaya membumbung ke angkasa
Asap kepul hilang menjadi gelak tawa
Recehan yang berhamburan terselip di antaranya
Sekecil harga tak digubrisnya
Lihatlah…
Rintihan tangis menahan perih
Langkah kaki yang tergontai
Perut kosong demi recehan
Dia sisihkan ke kantong hati
Tapi, apa yang kulihat di balik gedung sana?
Pakaian berdasi yang begitu rapi
Dia simpan seribu cara untuk hidupnya
Masih adakah perasaannya?
Demi bangsa ini
Tanya itu masih menggantung sejuta jawaban
Buih-buih cerita kau janjikan
Kini hanya dusta
Yang kau tinggalkan
Demi bangsa Indonesia
Janjimu hanyalah cerita belaka
Palembang, 5 Maret 2011
Pilar-pilar cahaya membumbung ke angkasa
Asap kepul hilang menjadi gelak tawa
Recehan yang berhamburan terselip di antaranya
Sekecil harga tak digubrisnya
Lihatlah…
Rintihan tangis menahan perih
Langkah kaki yang tergontai
Perut kosong demi recehan
Dia sisihkan ke kantong hati
Tapi, apa yang kulihat di balik gedung sana?
Pakaian berdasi yang begitu rapi
Dia simpan seribu cara untuk hidupnya
Masih adakah perasaannya?
Demi bangsa ini
Tanya itu masih menggantung sejuta jawaban
Buih-buih cerita kau janjikan
Kini hanya dusta
Yang kau tinggalkan
Demi bangsa Indonesia
Janjimu hanyalah cerita belaka
Palembang, 5 Maret 2011
Buih Koruptor
Pekat dingin tak kausalami
Lebur jiwa tak kauindahi
Hingga inilah sebab akibatmu
Hai, buih yang terpojok
Lihatlah sosok itu
Diam tanpa kata
Kepul asapnya pun makin menjadi
Warna-warnanya pun tetap kian menarik
Di bisunya dinding-dinding hari
Namun, tak kaupahami
Di luar buihmu
Ada jiwa yang menjerit
Segenggam recehan terus di raihnya
Tapi, di balik itu
Kau buat permainan kecil
Hingga semuanya menjadi sengsara
Kini, buihmu tak lagi khusus
Tetapi buihmu dicap maklumat koruptor
Mata-mata pun yang menatapmu
Enggan hadir untuk membela
Buihmu…
Hanya membisu di antara hari-harimu
Nikmatilah di balik keseragaman…
Palembang, 7 Maret 2011
Pekat dingin tak kausalami
Lebur jiwa tak kauindahi
Hingga inilah sebab akibatmu
Hai, buih yang terpojok
Lihatlah sosok itu
Diam tanpa kata
Kepul asapnya pun makin menjadi
Warna-warnanya pun tetap kian menarik
Di bisunya dinding-dinding hari
Namun, tak kaupahami
Di luar buihmu
Ada jiwa yang menjerit
Segenggam recehan terus di raihnya
Tapi, di balik itu
Kau buat permainan kecil
Hingga semuanya menjadi sengsara
Kini, buihmu tak lagi khusus
Tetapi buihmu dicap maklumat koruptor
Mata-mata pun yang menatapmu
Enggan hadir untuk membela
Buihmu…
Hanya membisu di antara hari-harimu
Nikmatilah di balik keseragaman…
Palembang, 7 Maret 2011
http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/puisi-sastra/12/04/12/m2awo1-dusta-cerita-puisi
Sabtu, 08 Desember 2012
Sayembara Cerpen dan Puisi untuk Palestina. Bertajuk, “Palestina, Kota Darah dan Air Mata” (Deadline 31 Desember 2012)
Bismillahir rahmanir rahim….
Assalamu’alaikum wr.
wb.
Dalam rangka
menyambut hari Hak Asasi Manusia Internasional, 10 Desember 2012 dan menyambut
kemerdekaan Negara (Baru) Palestina, Penerbit Alif Gemilang Pressindo menggelar
Sayembara Cerpen dan Puisi untuk Palestina. Bertajuk, “Palestina, Kota Darah
dan Air Mata” Dengan total hadiah senilai 5 Juta Rupiah. Sayembara ini tidak
dipungut biaya alias GRATIS.
Syarat dan Ketentuan
Lomba :
1. Kategori peserta: Pelajar dan Mahasiswa/Umum
2. Naskah harus asli, bukan hasil jiplakan atau saduran dari
karya orang lain.
3. Belum pernah dipublikaskan di media manapun dan tidak sedang
diikutkan dalam perlombaan lain.
4. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Tidak mengandung unsur SARA, pornografi maupun hal-hal yang
bertentangan dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
6. Tema bebas tapi masih berkaitan dengan Palestina.
7. Diketik dalam format A4, TNR 12, spasi 1.5, dan margin 3 cm.
8. Untuk Cerpen 5.000-12.000 karakter dan puisi 1-2 halaman.
9. Naskah dikirim via
email ke agp_for_palestine@yahoo.co.id
10. Naskah diterima paling lambat 31 Desember
2012.
11. Setiap peserta boleh mengikuti kedua
lomba CERPEN DAN PUISI dan mengirimkan
lebih dari satu karya.
12. Pengumuman Pemenang 01 Februari 2013 di
www.agpressindo.blogspot.com, dan fb: www.facebook.com/agpressindo.
13. Tiga Naskah pemenang dan 15 Naskah terbaik
lainnya akan dibukukan.
14. Pemenang Sayembara Cerpen akan mendapatkan
hadiah berupa :
Juara I: Piala + Piagam Penghargaan + Paket Buku Sastra
senilai Rp. 350.000,- + Diskon Penerbitan Indie sebesar 75% + Kaos Spirit Menulis, “Talk Less Write More”
senilai Rp. 75.000,-
Juara II: Piala + Piagam Penghargaan + Paket Buku Sastra
senilai Rp. 250.000,- + Diskon Penerbitan Indie sebesar 50% + Kaos Spirit Menulis, “Talk Less Write More”
senilai Rp. 75.000,-
Juara III: Piala + Piagam Penghargaan + Paket Buku Sastra
senilai Rp. 100.000,- + Diskon Penerbitan Indie sebesar 25% + Kaos Spirit Menulis, “Talk Less Write More”
senilai Rp. 75.000,-
15. Pemenang Sayembara Puisi akan mendapatkan
hadiah berupa :
Juara I: Piala + Piagam Penghargaan + Paket Buku Sastra
senilai Rp. 250.000,- + Diskon Penerbitan Indie sebesar 50% + Kaos Spirit Menulis, “Talk Less Write More”
senilai Rp. 75.000,-
Juara II: Piala + Piagam Penghargaan + Paket Buku Sastra
senilai Rp. 150.000,- + Diskon Penerbitan Indie sebesar 25% + Kaos Spirit Menulis, “Talk Less Write More”
senilai Rp. 75.000,-
Juara III: Piala + Piagam Penghargaan + Paket Buku Sastra
senilai Rp. 100.000,- + Diskon Penerbitan Indie sebesar Rp. 50.000.- + Kaos Spirit Menulis, “Talk Less Write More”
senilai Rp. 75.000,-
16. Hadiah pemenang akan dikirim via pos.
17. Dimohon untuk menyebarluaskan info lomba ini.
“Bangkitkan kepedulian kita, mari menulis untuk Palestina.”
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak
ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah.
Mereka itulah orang-orang yang benar.”
(QS. Al-Hujuraat
[49]: 15)
Info Lebih Lanjut:
085 668 6000 51
0274-83000 52
0878-260 000 53
Atau Fb:
www.facebook.com/agpressindo
Minggu, 11 November 2012
Lomba Puisi MILAD FLP SUMSEL
Yuk ikutan MILAD FLP SUMSEL yang ke-XII. dengan lomba menulis puisi.
Persyaratannya:
1. Pendaftaran lomba dibuka dari
tanggal 15 Oktober 2012 - 25 Desember 2012. berlaku untuk umum dan tema bebas.
2. Naskah boleh dikirim lebih dari
satu, dengan kontribusi Rp.5000,- untuk satu naskah. Jika mengirim lewat pos silakan masukkan uang kontribusunya ke dalam amplop.
3. Naskah boleh diketik atau
ditulis tangan dengan catatan dapat dibaca dengan jelas. Beserta lampiran
biodata peserta pada lembaran terpisah. (Nama, Alamat lengkap, No. Handphone)
4. Naskah dapat diantar langsung
atau kirim via pos ke Sekretariatan FLP
Sumsel di Jl. Srijaya Negara No.2722 di depan SMKN 3 Palembang (samping Batagor
Ihsan Bukit Besar Palembang).
5. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada bulan Januari 2013 dalam acara MILAD FLP SUMSEL ke-XII .
Rebut hadiahnya untuk pemenang 1,2,3:
1. Tropi
2. Uang Tunai
3. Piagam
4. Senyum Panitia
5. Photo Bareng panitia ^^
Informasi lebih lanjut silakan
hubungi:
Shitie Fatimah Maniezz : 0813 77 57 99 95
Nurbaiti Khaima : 0819 33 37 61 37
Langit Biru/ Nurhidayati : 0852 67 47 07 44
Langganan:
Postingan (Atom)