Rabu, 25 Januari 2012

Lomba Tingkat Nasional


Lomba Menulis Tingkat Nasional tentang Kriteria Anggota DPR Masa Depan
Kategori Peserta: WNI, Umum
Deadline penerimaan Karya: 30 Juni 2012

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengundang Anda, seluruh lapisan masyarakat Indonesia, untuk menuangkan gagasan, ide, serta harapannya tentang sosok calon anggota DPR idaman rakyat melalui "Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional" tentang 12 Kriteria Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Masa Depan.

HADIAH DAN PENGHARGAAN
-Tropi Juara I dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 1.000.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang I.
-Tropi Juara II dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 750.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang II.
-Tropi Juara III dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 500.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang III.
-Tropi Juara Harapan I dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 300.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang Harapan I.
-Tropi Juara Harapan II dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 200.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang Harapan II.
-Dari sekian banyak artikel yang masuk, akan dipilih 20 kriteria terbaik untuk selanjutnya dikompilasi ke dalam sebuah tulisan berjudul PANDUAN CERDAS MEMILIH ANGGOTA DPR dan akan disebarluaskan melalui koran, bulettin, majalah, brosur, spanduk, leaflet, buku saku, jejaring sosial, blog, sindikasi media online, video online, dan bentuk publikasi lainnya.
-Sebagai apresiasi positif, seluruh peserta lomba mendapatkan piagam penghargaan (dalam bentuk soft-copy) dari PPWI Nasional.

PERSYARATAN LOMBA
-Terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa kecuali, domisili di dalam negeri maupun di luar negeri, bersifat perorangan, yang dibagi dalam 5 (lima) kelompok lomba: SISWA SLTP/SLTA, MAHASISWA, GURU/DOSEN, WARTAWAN/PENULIS, dan UMUM.
-Mendaftarakan diri menjadi Pewarta Warga di Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) pada situs www.pewarta-indonesia.com. Bagi yang belum terdaftar silahkan klik DI SINI untuk mendaftarkan diri.
-Tema artikel : "Kriteria Calon Anggota DPR RI Masa Depan". Judul bebas. Artikel harus berisi 12 kriteria calon anggota DPR yang ideal. Tulisan boleh condong pada sosok seseorang atau tokoh tertentu yang sudah wafat, baik tokoh lokal, tokoh nasional, maupun tokoh dunia.
-Setiap peserta lomba boleh mengirimkan tidak lebih dari dua naskah. Tulisan asli (orisinil) bukan saduran, ditulis dalam bahasa populer, dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan EYD. Kutipan diperbolehkan tidak lebih dari 20% dan wajib mencantumkan sumber referensinya.
-Naskah diketik dengan jenis huruf Time News Roman (TNR), ukuran 12, spasi 1, dengan panjang artikel populer antara 800 s/d 1.200 kata saja.
-Pada akhir tulisan dicantumkan identitas lengkap penulis meliputi nama, tempat/tanggal lahir, nama sekolah/universitas, alamat sekolah/universitas, alamat rumah, nomor telepon seluler dan/atau nomor telpon rumah serta (bila ada) alamat e-mail, akun facebook, aku friendster atau lainnya.
-Pengiriman naskah artikel hanya dapat diterima Panitia melalui surat elektronik (e-mail) saja ke : lomba.dpr@pewarta-indonesia.comdan/atau panitia.ppwi.dpr@gmail.com. Panitia tidak melayani penerimaan naskah dan surat-menyurat secara konvensional (kantor pos atau jasa pengiriman lainnya). Bagi yang tidak memiliki email dan/atau akses internet, dapat menitipkan kepada orang lain dengan tetap mencantumkan identitas diri penulis.
-Seluruh naskah lomba harus disertai kartu identitas (KTP, SIM, Kartu Pelajar/Mahasiswa) dan sudah diterima Panitia antara tanggal 1 Januari s/d 30 Juni 2012 (Pukul 24.00 WIB).
-Penjurian akan dilakukan dari tanggal 1 - 30 Juli 2012, sedangkan pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 31 Juli 2012.

DEWAN JURI DAN KETERANGAN LAINNYA
-Juri lomba menulis artikel ini adalah Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA (Ketua Umum PPWI), Mung Pujanarko, S.Sos (Dosen Jurnalistik, Kolumnis), Imam Suwandi, S.Sos (Penulis, Editor Senior MetroTV), Supadiyanto, S.Sos.I (Penulis, Editor dan Kolumnis berbagai media cetak lokal dan nasional), dan Muhammad Subhan (Jurnalis dan Novelis).
-Keputusan Dewan Juri adalah absolut (mutlak) dan tak bisa diganggu-gugat.
Seluruh naskah yang dikirimkan ke pihak panitia akan dipublikasikan segera di Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) di situs: http://www.pewarta-indonesia.com/ atas nama akun penulis. Hak publikasi dan penggunaan artikel untuk kepentingan pendidikan, sosial-budaya, dan demokrasi menjadi milik PPWI Nasional.
-Penyerahan hadiah akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2012 bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Nasional Republik Indonesia.

Alamat Sekretariat Panitia Lomba (PPWI):
Jl. Danau Diatas No. 94 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat 10210, Phone 021-5705101, Fax 021-5742554 dan/atau Jl. Anggrek Cendrawasih X, Blok K No. 27B, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat 11840. Call/SMS Center: 081371051875 (Wina), 085289354567 (Ilyas Muhammadiyah), 081286077772 (Ichwan Efendi). E-mail: lomba.dpr@pewarta-indonesia.com danpanitia.ppwi.dpr@gmail.com.
Sumber: pewarta-indonesia.com

Kunjungi jg www.info-lomba.com utk mndptkn info lomba terupdate lainnya, update setiap hari(diusahakan. He2x). FB: Info Lomba, twitter:@infolomba_indo

Sabtu, 14 Januari 2012

Aksara Terindah

Teruntuk ; Alm. Ibunda dari sahabatku Tri Vivin Alvina


Enam tahun yang lalu
Masih kuingat guratan teduh wajahmu
Senyummu yang begitu lepas
Kala kami membuat rusuh
Secangkir sirup segar penghilang dahaga
Sepiring puding cokelat susu
Kau sajikan untuk kami


Empat tahun yang lalu
Guratan teduh wajahmu masih sangat kurasa
Kala itu putri kesayanganmu telah dipinang
Kamipun berkumpul menjadi satu
Suka dan dukapun menyambut
Ketika si bungsumu tidak mau diajak foto bersama
Kamilah yang merayunya

Tiga tahun yang lalu
Sudah lama aku tak menjengukmu
Sudah lama pula aku tak menyapamu, Ibu
Walau saat itu engkau telah sedikit pelupa
Namun, aku tahu di hatimu masih ada sejuta cinta dan rindu
Kala kami berkumpul dan selalu membuat rusuh
Kamipun merindu kala itu tiba, Ibu

Genap sudah tahun berlalu
Aku masih tak percaya
Ketika sebuah pesan singkat menghampiri ponselku
Putrimu yang telah dipinang nan jauh disana
Memberi kabar kepadaku
Sungguh, aksara terindah ini akan aku kenang, Ibu




Palembang, 14.01.2012

Senin, 09 Januari 2012

MENULIS

Menulis...
Menulis...
Menulis...
Menulis...
Menulis...
Menulis...
Dan menulis...

Namun, aku seperti lemah
Jiwaku terapung di antara lembah curam
Inginku teriak di antara keramaian
Tapi, keheninganku kembali menyeribak
Sepertinya aku bukan seperti dulu
; kertas, pulpen, pensil, laptop
Hanya penghias ruang kamarku

Kata-kata yang dulunya menjadi ruang hidup
Meredam entah kemana?
Kucoba mengais hasta-hasta cinta
Namun, setitik itu menghilang

Menulis, kembalikan aku seperti dahulu
Cinta dan hasta akan kuukir sepanjang hayat


Palembang, 24 September 2011
Ayumi Maulida

Sabtu, 07 Januari 2012

10 INCI

Di depan layar tak beraksara
Aku terdiam membisu
Aku pandangi layar yang hanya berukuran 10 inci
Tidak serupa dengan televisi di ruanganku

Dengan bluur layarku mengerdipkan warna-warna indahnya
Satu-persatu data di desktop muncul
Anti virus pun mulai bekerja sesuai tugasnya
mengisntal semua data yang tersimpan

Layar 10 inci pun total bersih dari virus
Dengan pelan, aku buka kembali beberapa dokumen
Dengan khidmat, aku eja kalimat demi kalimat menjadi sebuah sajak
Namun, sayang sajak itu hilang
Aku sendiri tidak tahu kemana sajak itu menghilang

Akupun kembali membisu
Hanya deru musik pop-jazz, nasyid yang menemaniku
Di layar 10 inci tak beraksara



Palembang, 2012

Sweety Home Alone

Selasa, 03 Januari 2012

Harapan


Setahun berlalu sangat cepat
Banyak kenangan yang tidak bisa aku lupakan
Sejenak aku mencoba untuk merenung
Namun, renungan itu semakin menyayat
Ketika luka itu hadir
Dan berharap di awal tahun
Luka itu tak lagi menyayat dan membekas
Sungguh, walau itu terasa amat sulit
Hanya dengan kesungguhan semuanya akan sirna
Cahaya pun akan terang benderang


Palembang, 03 Januari 2012

Jumat, 16 Desember 2011

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL KOMUNITAS RUMAH SUNGAI (KMRS)

(Menumbuhkembangkan Sastra Melalui Penerbitan Buku)

Sejak berdirinya pada tanggal 23 Juli 2008, Komunitas Rumah Sungai Lombok Timur tidak henti-hentinya menggaungkan perkembangan sastra di NTB, khususnya di Lombok Timur. Berbagai acara sastra dan kesenian kerap digelar, baik berupa acara-acara workshop / pelatihan sampai pada acara-acara yang berupa pementasan panggung. Ini semua tiada lain hanya dimaksudkan untuk terus menggeliatkan perkembangan sastra yang sudah ada, terutama pada kalangan muda. Dan untuk itu sebagai komunitas yang ada di Indonesia, Komunitas Rumah Sungai pun bermaksud mengadakan lomba Menulis Puisi Nasional. Lomba ini dihajatkan untuk menumbuhkembangkan Penulis-Penulis Muda se-Indonesia, yaitu melalui Buku Antologi Puisi yang akan diterbitkan nantinya. Adapun ketentuan lomba menulis puisi nasional ini adalah sebagai berikut :

Ketentuan Umum
1)      Peserta berwarga Negara Indonesia dengan melampirkan Identitas Diri (SIM, KTP, Kartu Pelajar, dan lain-lain)
2)      Tidak ada batas usia.
3)      Tema Puisi bebas. Naskah puisi tidak boleh bersinggungan dengan unsur SARA,Pornografi, Narkoba maupun sejenisnya.
4)      Naskah puisi ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar (EYD), tidak menggunakan bahasa SMS.
5)      Karya tidak pernah dipublikasikan di media cetak dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba yang sejenis.
6)      Diharuskan bergabung di grup Komunitas Rumah Sungai. Dengan mengklik link ini http://www.facebook.com/?ref=tn_tnmn#!/groups/kmrslotim/
7)      Mengcopy paste pengumuman ini ke dalam catatan facebook dan menandai minimal 20 orang.
8)      Melampirkan Biografi singkat Penulis dan nomer kontak di akhir naskah puisi.
9)      Biaya pendaftaran hanya Rp. 10.000,- untuk satu judul puisi. Semua peserta boleh mengirimkan tulisan lebih dari satu judul puisi (maksimal 5 judul puisi).

Ketentuan Khusus
1)      Bila Karya dikirim via email :
  • Naskah puisi ditulis dengan kerta A4 dengan Font Times New Roman spasi 1,5
  • Puisi dikirim ke email rifatkhan21@ymail.com dengan nama file Lomba Puisi_Nama Penulis, dan melampirkan scan Foto copy identitas diri dan bukti sudah membayar pendafataran.
  • Uang Pendaftaran dikirim ke rekening BRI : 4737-01-008429-53-0 atas nama Effendi Danata.
  • Pengiriman karya paling lambat tanggal 28 Januari 2012 pukul 24.00.

2)      Bila karya dikirim lewat POS :
  • Naskah Puisi dikirim ke alamat : Rifat Khan (NW Net) Jalan TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Depan SMA NW Pancor) 83611 Selong, Lombok Timur, NTB. Dengan melampirkan Identitas diri dan uang pendaftaran.
  • Naskah boleh ditulis tangan, akan tetapi alangkah baiknya diketik dengan kertas A4 spasi 1,5.
  • Pengiriman karya paling lambat tanggal 28 Januari 2012.

Hadiah
1)      Juara 1 : Tabungan Rp. 700.000,- Piagam dan Buletin Embun
2)      Juara II : Tabungan Rp. 500.000,- Piagam dan Buletin Embun
3)      Juara III : Tabungan Rp. 200.000,- Piagam dan Buletin Embun
4)      Juara Harapan I mendapat Tabungan Rp. 100.000,- Piagam dan Buletin Embun
5)      100 Puisi terbaik akan dipilih dewan juri dan akan dibukukan menjadi Antologi Puisi.

Pengumuman pemenang akan diumumkan secara terbuka pada tanggal 28 Februari 2012 di Grup Komunitas Rumah sungai dengan link  http://www.facebook.com/?ref=tn_tnmn#!/groups/kmrslotim/ dan Blog Rifat Khan dengan link http://rifatkhanblog.blogspot.com/

Hal-Hal yang belum jelas dapat ditanyakan dengan kontak Facebook melalui :
Effendi danata
Rifat Khan
Fatih Kudus Jaelani
Amier Fawaz

Atau Nomer kontak :
087763151315 (Rifat Khan)
081918215184 (Effendi Danata)

disamping itu juga Komunitas Rumah Sungai Membuka Pendaftaran untuk anggota baru sampai dengan tanggal 30 Desember 2011. Info lebih lanjut hubungi Amier Fawaz ( 081997929312 )

Tertanda,
Panitia Lomba

Sabtu, 10 Desember 2011

Di Tepi Sungai Musi

Di tepi Sungai Musi
Aku duduk bersanding dengan dirimu
Dengan malu,
Aku hanya bisa tersenyum

Di tepi Sungai Musi
Kau bercerita tentangmu
Sorot matamu seakan mentap tajam ke mataku
Dalam diam, aku hanya bisa tersipu malu

Di tepi Sungai Musi
Canda tawamu mengalahkan segalanya
Hingga kapal-kapal yang melaju
Menatap keceriaanmu

Di tepi Sungai Musi
Denganmu aku mendapat kebahagiaan
Walau sejenak, senja telah menjadi saksinya


Di tepi Sungai Musi
Akan aku kenang di antara kita
Walau sejatinya akan ada persahabatan
Yang akan terikat di hati


Palembang, 12/10/2011