Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Sebening Cinta Ayah-Ayumi Maulida

Alina Sitha Putri, gadis remaja yang berusia 16 tahun, Kini, duduk di kelas dua SMK. Sejak kecil hingga remaja sikap manja Alina tidak pernah berubah. Namun, seiring berjalannya waktu sikap manja Alina menjadi sebuah keegoisan. Semata-mata perhatian sosok ibunya yang telah merubah segalanya, Namun, sikap keegoisan Alina mampu diluluhkan oleh sosok ayahnya yang selama ini sangat dia sayangi. Sikap manjanya pun tidak pernah berkurang kepada ayahnya.

Hingga suati hari rumah yang senantiasa memanjakannya. Seketika hancur. Sebenarnya ada apa dengan rumah yang telah memberinya kebahagiaan dan kehangatan keluarga? Kenapa juga tiba-tiba Alina memilih tinggal bersama Bi Sumi di banding dengan orangtuanya?

Penerbit Mozaik
@AyumiMaulida

Mei Hwa dan Perempuan Separuh Kayu

20640015

Judul          : Mei Hwa dan Perempuan Separuh Kayu
Penulis       : Afifah Afra
Penerbit     : Indiva
Terbit         : Cetakan pertama, Januari 2014
Tebal         : 368 halaman
ISBN        : 978-602-1614-11-2
Harga        : Rp55.000,00




Mei Hwa, seketika novel ini telah membuatku menarik perhatian. Bukan karena covernya. Tetapi, karena sinopsis yang ada dibelakangnya membuatku penasaran. Tanpa pikir panjang, aku segera meraihnya di antara buku-buku yang semuanya menarik perhatianku. Tapi, aku memutuskan untuk mengambil dan segera membacanya.
Ternyata, betul dugaanku novel Mei Hwa sangat berbeda. Pertama aku membaca di halaman pertama sempat membuatku bingung. Ini tentang apa ya? Makin penasaran, aku melanjutkan ke halaman seterusnya. Aku di bawa ke masa lampau, dimana masa itu belum pernah kurasakan. Namun, penulis bisa membuatnya seakan-akan pembaca di bawa larut ke dalam perjalanan di masa lampau. Seperti flash back, novel Mei Hwa semakin membuatku terus untuk menyelesaikannya. Dengan tokoh yang yang berbagai macam karakter apalagi di situ tertera jelas bagaimana perjuangan seorang Mei Hwa mau tidak mau harus kehilangan kehormatan, sekaligus kehilangan mama, papa, dan kedua kakaknya akibat huru-hara di era tahun 1998.
Namun, di balik ketepurukannya Mei Hwa bertemu seorang perempuan yang sering menyebut dirinya sebagai perempuan separuh kayu yang dulunya akibat kekejaman penguasa G30S PKI. Perempuan separuh kayu tersebut mencoba menyemangati Mei Hwa agar dirinya tidak rapuh. Perempuan seperuh kayu tahu bahwa Mei Hwa yang sering dipanggil kapas bisa bangkit lagi.
Penulis begitu pandai membuat alurnya agar pembaca untuk tidak berhenti membaca novel Mei Hwa. Selain itu juga, pesan yang disampaikan sangat sarat makna.

Selasa, 12 Juli 2011

Resensi Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Film terinspirasi dari ketegaran seorang gadis remaja yang terkena kanker jaringan lunak. Kanker ini sangat ganas. Hingga untuk menyembuhkannya harus dengan cara pengoperasian sebagian wajahnya. Namun, berkat motivasi Papa dan teman-temannya serta tak luput pacarnya bernama Andi selalu setia mendampinginya dalam suka maupun duka. Dalam hari-harinya, gadis yang bernama Gita Sesa Wanda Cantika terus mengubarkan senyum dan wajah cantiknya. Dalam benaknya, Gita yang lebih di akrab Keke ingin menjadi sebuah bintang yang sangat terang dari yang lain. Bintang yang sangat di sukai Gita adalah bintang Sirius. Kala mendung atau cerah bintang itu akan selalu ceria sepertinya dirinya yang senantiasa memberi kebahagiaan kepada orang-orang yang dikasihinya.
Seiring waktunya berjalan, kanker yang di deritanya semakin menyebar. Hingga, salah satu dokter ahli harus menggunakan pengobatan kemoterapi. Tapi, kemoterapi yang di laluinya tak berlangsung lama. Penyakit kanker tersebut semakin merebah dan tubuh yang dulunya mampu menopang. Kini, tak mampu seperti sedia kala.

Puisi ini adalah kisah nyata seorang gadis yang melawan kanker ganas, yang bernama GITA SESA WANDA CANTIKA. panggilan akrabnya adalah Keke. Usianya baru 13 tahun.
Atas ujian dari ALLAH SWT, usianya mampu bertahan selama 3 tahun.
Padahal menurut ilmu kedokteran kanker ini hanya bisa bertahan 5 hari.
Tapi atas segala usaha yang di raihnya semua di permudah dengan cara indah.
Ketika membaca dan menonton cerita ini saya benar-benar meneteskan air mata.


~**~ Surat Kecil Untuk Tuhan ~**~

Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini

Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku
terjadi pada siapapun

Tuhan....
Bolehkah aku menulis surat kecil untukmu

Tuhan....
Bolehkah aku memohon satu hak kecil untukmu
Biarkan tetap melihat bulan dan bintang

Tuhan....
Bolehkah aku...
Hidup untuk waktu yang lama

Tuhan....
Bolehkah aku
Tersenyum untuk waktu yang lebih lama
Agar tidak ada lagi air mata dalam hidupku

Tuhan...
Bolehkah aku menjadi dewasa seperti burung yang
terbang sebebas di langit

Tuhan...
Bolehkah engkau tidak pisahkan aku dari ayah
dan teman-teman yang aku sayangi

Tuhan...
Surat kecilku ini
Adalah permintaan terakhirku
Andai aku bisa kembali.....




Gita Sesa Wanda Cantika
19/06/91-25/12/06


*Penasaran dengan akhir cerita GITA SESA WANDA CANTIKA yang lebih di akrab Keke atau Kemon, panggilan Pak Iyus Supir yang senantiasa menemaninya.
Kalau begitu kita nonton ramai-ramai, yuk. Karena film ini mengajarkan kita tentang ketegaran hidup, cinta kasih dan sebuah persahabatan.